Soalan:
Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkah Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?
Jawapan:
Pertama: Kalaupun ada hadis yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan Khilafah, maka hadis tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Sebab, berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslim, sebagaimana hadis Nabi saw.:
مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً
Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat tanpa mempunyai hujah. Siapa saja yang mati, sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah. (HR Muslim).1
Manthûq hadis di atas menyatakan, “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada baiat, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliah.”
Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.
Kedua: Memang banyak hadis yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satu pun dari hadis-hadis tersebut menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadis-hadis tersebut hanya menyatakan bahwa Imam Mahdi adalah seorang khalifah yang salih, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Abi Said al-Hudhri ra. berkata, bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا
Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (HR Ibn Hibban).2
Dalam riwayat lain, Abdullah menuturkan bahwa Nabi Rasulullah saw. bersabda:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً
Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (HR Ibn Hibban).3
Ketiga: Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Ummu Salamah menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ
Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah lari diri ke Kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu mereka membaiatnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membaiatnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, lalu Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, Pasukan itu adalah pasukan (yang didorong oleh ambisi) suku Kalb dan itulah kekalahan bagi orang yang tidak mendapatkan ghanîmah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh tahun, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim (Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun). (HR ath-Thabrani)
Hadis di atas dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir khalifah baru setelah meninggalnya khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam ungkapan:
يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ
Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (HR ath-Thabrani).
Dengan demikian, pandangan yang menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.
Jadi, jelas sekali bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi.
Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allâhu akbar! [Ust Hafidz Abdurrahman]
Nukilan peribadi berdasarkan pengkajian, analisis dan pemerhatian mengenai isu umat Islam, politik dan ilmu kewangan.
Tuesday, August 11, 2015
Monday, August 10, 2015
Tidur Lepas Subuh Tercela?
Ada beberapa mesej "dakwah" yang disebarluas di applikasi whats app berkenan dengan keburukan tidur selepas subuh terutama dalam bulan Ramadhan. Kecenderungan menghina sehingga dikatakan perbuatan itu seperti menjadi bangkai anjing, merujuk kononnya perbuatan itu teramat jelek...
Tidak perlu diperbahaskan lagi, perbuatan tidur lepas subuh tu mubah (harus) dalam hukum Islam selama mana tidak meninggalkan kewajipan. Dalam menjustifikasi sesuatu perbuatan, harus diperhatikan unsur di luar perbuatan itu terlebih dahulu. Ada orang tidur lepas subuh selepas semalaman berqiamulail, bertahajud, beribadat sepanjang malam. Ada pula ibu-ibu menyusukan anak di malam hari, melayan anak yang sakit dan sebagainya. Ada pula pekerja yang memang kerja shift malam, jadi mereka akan tidur selepas subuh. Ada pula orang yang akan bekerja dari pagi sehingga malam, tidur seketika bagi menghilangkan mengantuk sebab sepanjang hari dia akan sibuk dengan pelbagai urusan yang penting dan tak ada masa untuk rehat. Maksudnya, selama mana Islam tidak mengharamkan sesuatu perbuatan, tidak perlulah melampaui batas mencela.
Allah lah meletakkan hukum mubah, sunat (mandub), wajib dan makruh tu pada tempatnya. Dengan memerhatikan unsur di luar perbuatan, barulah kita fahami kenapa dalam kadaan tertentu, perbuatan membunuh (sebagai contoh) jadi sangat tercela, dan dalam masa yang sama menjadi mulia bahkan kewajipan dalam situasi yang lain.
وخرج ابن أبي شيبة في مصنفه ( 5/223 رقم 25454 ) من حديث أبي يزيد المديني قال : غدا عمر على صهيب فوجده متصبّحاً ، فقعد حتى استيقظ ، فقال صهيب : أمير المؤمنين قاعد على مقعدته ، وصهيب نائم متصبّح !! فقال له عمر : ما كنت أحب أن تدع نومة ترفق بك .
Dari Abu Yazid al Madini, “Pada suatu pagi Umar pergi ke rumah Suhaib namun Suhaib sedang tidur pagi. Umar pun duduk menunggu sehingga Suhaib bangun”. Ketika bangun Suhaib berkomentar, “Amirul mukminin duduk menunggu sedangkan Suhaib tidur pagi”. Umar mengatakan, “Aku tidak suka jika kau tinggalkan tidur yang bermanfaat bagimu”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25454].
الحسن ما حسنه الشرع والقبيح ما قبحه الشرع
Yang terpuji adalah apa yang dipuji oleh syarak dan yang tercela adalah apa yang dicela oleh syarak. Selagi tiada dalil celaan dan tiada pula pujian, ia akan tetap kepada yang asal iaitu mubah dalam konteks umum perbuatan jibiliyyah(tidur).
Cuma sebahagian daripada salafussoleh tidak menyukai tidur setelah subuh sedangkan ada yang berbuat spt itu seperti Suhaib r.a
Allahualam.
Tuesday, July 21, 2015
Hukum Syarak dan Hukum Wara'
Berlegar di ruangan media sosial selepas raya ini berkenaan dengan "larangan" mengambil gambar bersama isteri dan anak-anak dan taruk kat media sosial. Kononnya, haram "menayang isteri" di khalayak. Kononnya, ia perbuatan tercela, dan bertali arus asatizah segera berhukum dan menghukum sehingga kelihatan muncul "ijtihad baru" iaitu wanita haram bergambar, diambil gambar, bahkan lebih extreme lagi, wanita tidak boleh muncul di khalayak. Mana diorang kutip hukum aku tak tau lah....
Di sini, perlu terlebih dahulu kita perhatikan hukum asal berkenaan dengan tabarruj, batas aurat dan sebagainya sebelum cepat menghukum.
Kita perhatikan apa itu Tabarruj:
Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-’Arab menyatakan;
“Wa al-tabarruj: idzhaar al-mar`ah ziinatahaa wa mahaasinahaa li al-rijaal (tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki bukan mahram.”
1. Mengenakan Pakaian Tipis dan Ketat
“Termasuk tabarruj, seorang wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya. Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw yang terdapat di dalam hadits shahih, “Betapa banyak wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis merangsang, dan berlenggak-lenggok. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan mencium baunya.” [HR. Imam Bukhari].
2. Mengenakan Wangian Di Hadapan Lelaki yang bukan Mahram
“Siapa saja wanita yang mengenakan bakhur, janganlah dia menghadiri solat ‘Isya’ yang terakhir bersama kami.”[HR. Muslim]
3. Berhias terhadap lelaki-lelaki asing (bukan mahram atau suaminya)
“Seorang wanita dilarang berhias untuk selain suaminya.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasaaiy]
4. Berdandan Berlebihan
“Janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.”[Al-Nuur:31]
5. Membuka Sebahagian Aurat
“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti bonggol unta. Mereka tidak akan dapat masuk ke syurga dan mencium baunya. Sedangkan, bau syurga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.” [HR. Imam Muslim]
6. Menghilangkan Tahi Lalat dan Meratakan Gigi
“Allah melaknat orang yang membuat tahi lalat, dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat, orang yang menukur keningnya, dan orang yang memangur giginya (meratakan gigi dengan alat) dengan maksud untuk memperindah dengan mengubah ciptaan Allah”. Kemudian Ummu Ya’qub menegurnya,”Apa ini?” Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mengapa saya tidak mengutuk orang yang dikutuk oleh Rasulullah saw; sedangkan di dalam kitab Allah, Allah swt berfirman, “Apapun yang disampaikan oleh Rasul kepadamu, laksanakanlah dan apa pun yang dilarangnya maka jauhilah”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Sekiranya 6 syarat ini tidak dilampaui, maka tidak ada salahnya untuk seorang muslimah mengenakan pakaian yang elok, dan muncul dalam masyarakat dengan penampilan yang wajar (menurut syarak).
Perlu difahami di sini, terdapat perbezaan hukum "syarak" dan hukum "wara". Menurut Imam Al Ghazali, dalam kitabnya minhajuabideen, sekalipun hukum syarak membenarkan, ianya MENJADI PILIHAN untuk individu tertentu menjaga batas melebihi kadar yang ditetapkan syarak UNTUK DIRINYA SENDIRI, maka batas perbuatannya lebih ketat berbanding masyarakat umum. Contoh dalam konteks ini, muslimah lebih banyak menghabiskan masa di rumah berbanding di luar.
Adillah dalam menghukum. Tidak ada keperluan untuk mengenakan hukum warak kepada seluruh masyarakat, bahkan ianya dilarang oleh Imam Al Ghazali sendiri kerana dibimbangi, umat manusia akan menjauhi Islam kerana takut akan larangan yang sangat ketat. Bukan semua orang mampu memahami ilmu tasauf dan tasauf tidak akan mampu difahami tanpa terlebih dahulu memahami hukum syarak.
Sekadar pandangan peribadi dari insan fakir.
Allahualam.
Di sini, perlu terlebih dahulu kita perhatikan hukum asal berkenaan dengan tabarruj, batas aurat dan sebagainya sebelum cepat menghukum.
Kita perhatikan apa itu Tabarruj:
Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-’Arab menyatakan;
“Wa al-tabarruj: idzhaar al-mar`ah ziinatahaa wa mahaasinahaa li al-rijaal (tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki bukan mahram.”
1. Mengenakan Pakaian Tipis dan Ketat
“Termasuk tabarruj, seorang wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya. Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw yang terdapat di dalam hadits shahih, “Betapa banyak wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis merangsang, dan berlenggak-lenggok. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan mencium baunya.” [HR. Imam Bukhari].
2. Mengenakan Wangian Di Hadapan Lelaki yang bukan Mahram
“Siapa saja wanita yang mengenakan bakhur, janganlah dia menghadiri solat ‘Isya’ yang terakhir bersama kami.”[HR. Muslim]
3. Berhias terhadap lelaki-lelaki asing (bukan mahram atau suaminya)
“Seorang wanita dilarang berhias untuk selain suaminya.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasaaiy]
4. Berdandan Berlebihan
“Janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.”[Al-Nuur:31]
5. Membuka Sebahagian Aurat
“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti bonggol unta. Mereka tidak akan dapat masuk ke syurga dan mencium baunya. Sedangkan, bau syurga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.” [HR. Imam Muslim]
6. Menghilangkan Tahi Lalat dan Meratakan Gigi
“Allah melaknat orang yang membuat tahi lalat, dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat, orang yang menukur keningnya, dan orang yang memangur giginya (meratakan gigi dengan alat) dengan maksud untuk memperindah dengan mengubah ciptaan Allah”. Kemudian Ummu Ya’qub menegurnya,”Apa ini?” Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mengapa saya tidak mengutuk orang yang dikutuk oleh Rasulullah saw; sedangkan di dalam kitab Allah, Allah swt berfirman, “Apapun yang disampaikan oleh Rasul kepadamu, laksanakanlah dan apa pun yang dilarangnya maka jauhilah”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Sekiranya 6 syarat ini tidak dilampaui, maka tidak ada salahnya untuk seorang muslimah mengenakan pakaian yang elok, dan muncul dalam masyarakat dengan penampilan yang wajar (menurut syarak).
Perlu difahami di sini, terdapat perbezaan hukum "syarak" dan hukum "wara". Menurut Imam Al Ghazali, dalam kitabnya minhajuabideen, sekalipun hukum syarak membenarkan, ianya MENJADI PILIHAN untuk individu tertentu menjaga batas melebihi kadar yang ditetapkan syarak UNTUK DIRINYA SENDIRI, maka batas perbuatannya lebih ketat berbanding masyarakat umum. Contoh dalam konteks ini, muslimah lebih banyak menghabiskan masa di rumah berbanding di luar.
Adillah dalam menghukum. Tidak ada keperluan untuk mengenakan hukum warak kepada seluruh masyarakat, bahkan ianya dilarang oleh Imam Al Ghazali sendiri kerana dibimbangi, umat manusia akan menjauhi Islam kerana takut akan larangan yang sangat ketat. Bukan semua orang mampu memahami ilmu tasauf dan tasauf tidak akan mampu difahami tanpa terlebih dahulu memahami hukum syarak.
Sekadar pandangan peribadi dari insan fakir.
Allahualam.
Monday, July 20, 2015
Drama Politik Malaysia Pasca PRU-13
Sekadar ingin memberi pandangan berkenaan dengan kemelut yang berlaku dalam harakah Islam terbesar di Malaysia kebelakangan ini:
1. Di satu sisi, ada penyokong PAS teramat marah dengan penubuhan Gerakan Harapan Baru yang menyatakan perjuangan mereka ialah perjuangan Islam, tetapi lebih "mesra Pakatan". Mereka juga marah dengan kemunculan sebarang gerakan Islam selain PAS kerana beranggapan, ia merupakan satu manifestasi perpecahan. Sebenarnya, di dalam Islam, tidak ada haramnya menubuhkan kutlah politik yang banyak, tetapi syaratnya mestilah memperjuangkan Islam semata-mata dan bukan selainnya. Adapun berkenaan dengan isu pilihanraya, kekuasaan dalam pilihanraya langsung tidak bererti malah berdosa sekiranya kemenangan itu membawa kepada kemungkaran (berhukum dengan taghut)
2. Di satu sisi, kemunculan GHB ini pula adalah respond kekecewaan terhadap kepimpinan PAS. Idea kerajaan perpaduan (UG) dilihat sebagai satu pengkhianatan terhadap idealisme perjuangan Almarhum Tuan Guru Nik Abdul Aziz yang tidak merelakan penyatuan UMNO dengan PAS. Juga kekecewaan terhadap ketegasan PAS dengan prinsip memperjuangkan perlaksanaan hudud. Mereka mengutamakan kemenangan PRU dan menumbangkan musuh politik melebihi prinsip perjuangan Islam yang kononnya mereka dokongi.
3. DAP sebagai parti ultra kiasu cina, tidaklah sesuatu yang menghairankan sekiranya mereka tidak selesa sekiranya PAS bergabung dengan UMNO, kerana kedua parti terbesar kaum melayu ini sekiranya bersatu akan menjadi ancaman bagi mereka. Adalah lebih mudah menghadapi PAS dan UMNO sebagai dua puak yang bertelagah berbanding keduanya bersatu.
4. Idea UG merupakan sesuatu yang bersifat pragmatik bagi PAS kerana setelah berulangkali dipermainkan UMNO, dan kegagalan menguasai kerajaan melalui PRU, membentuk kerajaan perpaduan merupakan jalan singkat mencapai kekuasaan. Namun perlu diingat, UMNO yang juga merupakan puak ultra kiasu melayu tidak mungkin mengkompromi kepentingannya dan tidak mustahil PAS ditipu sekali lagi sekiranya memilih untuk bergabung dengan UMNO kali ini.
5. UMNO yang semakin lemah di bawah kepimpinan Najib, malah ditentang oleh akar umbi parti sendiri sememangnya memerlukan talian hayat dalam meneruskan kelangsungannya. Maka, UMNO akan menyambut baik idea UG demi survival politik, dan bukan sebaliknya benar-benar mengutamakan kesatuan melayu, apalagi demi Islam. Umum sudah mengetahui, UMNO lah yang banyak mengkhianati perjuangan Melayu dan Islam.
6. Rakyat umum melihat, kemelut yang berlaku ini penuh dengan kekliruan, seolah pimpinan hilang pedoman, tamak kuasa, tidak konsisten dalam pendirian polilik. Kemenangan PRU akan datang, sama ada UMNO-BN tumbang kerana kemelut dahsyat yang sedang menyelubungi UMNO sekarang ini, tidak memungkinkan muncul kerajaan yang stabil dari pembangkang yang tidak habis-habis bercakaran sesama sendiri dan dipalit pelbagai krisis yang memualkan.
7. Tidakkah sudah tiba masanya kita mencampakkan segala slogan asobiah, wathaniah, dan segala sistem kufur yang lahir dari ideology kufur dan berjuang mengembalikan kehidupan Islam di atas minhaj kenabian, sepertimana yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w?
1. Di satu sisi, ada penyokong PAS teramat marah dengan penubuhan Gerakan Harapan Baru yang menyatakan perjuangan mereka ialah perjuangan Islam, tetapi lebih "mesra Pakatan". Mereka juga marah dengan kemunculan sebarang gerakan Islam selain PAS kerana beranggapan, ia merupakan satu manifestasi perpecahan. Sebenarnya, di dalam Islam, tidak ada haramnya menubuhkan kutlah politik yang banyak, tetapi syaratnya mestilah memperjuangkan Islam semata-mata dan bukan selainnya. Adapun berkenaan dengan isu pilihanraya, kekuasaan dalam pilihanraya langsung tidak bererti malah berdosa sekiranya kemenangan itu membawa kepada kemungkaran (berhukum dengan taghut)
2. Di satu sisi, kemunculan GHB ini pula adalah respond kekecewaan terhadap kepimpinan PAS. Idea kerajaan perpaduan (UG) dilihat sebagai satu pengkhianatan terhadap idealisme perjuangan Almarhum Tuan Guru Nik Abdul Aziz yang tidak merelakan penyatuan UMNO dengan PAS. Juga kekecewaan terhadap ketegasan PAS dengan prinsip memperjuangkan perlaksanaan hudud. Mereka mengutamakan kemenangan PRU dan menumbangkan musuh politik melebihi prinsip perjuangan Islam yang kononnya mereka dokongi.
3. DAP sebagai parti ultra kiasu cina, tidaklah sesuatu yang menghairankan sekiranya mereka tidak selesa sekiranya PAS bergabung dengan UMNO, kerana kedua parti terbesar kaum melayu ini sekiranya bersatu akan menjadi ancaman bagi mereka. Adalah lebih mudah menghadapi PAS dan UMNO sebagai dua puak yang bertelagah berbanding keduanya bersatu.
4. Idea UG merupakan sesuatu yang bersifat pragmatik bagi PAS kerana setelah berulangkali dipermainkan UMNO, dan kegagalan menguasai kerajaan melalui PRU, membentuk kerajaan perpaduan merupakan jalan singkat mencapai kekuasaan. Namun perlu diingat, UMNO yang juga merupakan puak ultra kiasu melayu tidak mungkin mengkompromi kepentingannya dan tidak mustahil PAS ditipu sekali lagi sekiranya memilih untuk bergabung dengan UMNO kali ini.
5. UMNO yang semakin lemah di bawah kepimpinan Najib, malah ditentang oleh akar umbi parti sendiri sememangnya memerlukan talian hayat dalam meneruskan kelangsungannya. Maka, UMNO akan menyambut baik idea UG demi survival politik, dan bukan sebaliknya benar-benar mengutamakan kesatuan melayu, apalagi demi Islam. Umum sudah mengetahui, UMNO lah yang banyak mengkhianati perjuangan Melayu dan Islam.
6. Rakyat umum melihat, kemelut yang berlaku ini penuh dengan kekliruan, seolah pimpinan hilang pedoman, tamak kuasa, tidak konsisten dalam pendirian polilik. Kemenangan PRU akan datang, sama ada UMNO-BN tumbang kerana kemelut dahsyat yang sedang menyelubungi UMNO sekarang ini, tidak memungkinkan muncul kerajaan yang stabil dari pembangkang yang tidak habis-habis bercakaran sesama sendiri dan dipalit pelbagai krisis yang memualkan.7. Tidakkah sudah tiba masanya kita mencampakkan segala slogan asobiah, wathaniah, dan segala sistem kufur yang lahir dari ideology kufur dan berjuang mengembalikan kehidupan Islam di atas minhaj kenabian, sepertimana yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w?
Wednesday, July 1, 2015
United Malay National Organisation
UMNO (United Malay National Organisation) ditubuhkan pada 11 May 1946 apabila gabungan pertubuhan dan persatuan Melayu ketika itu bersepakat menentang rancangan Malayan Union. UMNO begitu dekat di hati rakyat ketika itu sebagai satu wadah membela orang Melayu dan agama Islam (walaupun kefahaman Islam ketika itu tersangat kabur dek penjajahan yang sekian lama).
Apa yang dirasakan sebagai "kebangkitan" ketika itu anehnya diterima oleh penjajah British, malah tidak kurang pula bekas pegawai British yang pernah berkhidmat di Malaya berusaha membantu perjuangan UMNO. Di pendekkan cerita, Malaysia pun merdeka di atas semangat kompromi masyarakat berbilang kaum, dan menjadi sebuah negara sekular dengan perlembagaan yang diambil dari British, yang draf asalnya merupakan salinan kepada perlembagaan negara India yang sebelum itu dimerdekakan oleh British.
Beberapa perkara jarang diperhatikan:
1. UMNO merupakan parti qaumiyyah, iaitu parti berasaskan kaum. Ini salah satu racun yang membunuh kekuatan empayar Khilafah dan kesatuan kaum muslimin. Maka, penubuhan UMNO sememangnya selari dengan tujuan memecah-belahkan kesatuan kaum muslimin di atas nama bangsa.
2. Setelah beberapa generasi berlalu, semangat kemelayuan (kebangsaan) semakin pudar. Itu sebenarnya fitrah kerana semangat ini memerlukan rangsangan luar iaitu ancaman untuk diaktifkan. Tanpa ancaman, maka semangat ini akan beku. Ia semangat semata-mata tanpa diasaskan dari pemikiran yang jernih kerana pemikiran yang jernih pasti mengakui, adalah mustahil manusia boleh disatukan berasaskan kaum kerana Allah menciptakan manusia berbilang kaum. Ia bukan kesatuan tetapi perpecahan!!!
3. Kekuatan umat Islam ialah pada aqidah yang menyatukan mereka. Bagaimana mungkin, racun yang mematikan kesatuan aqidah umat Islam boleh diharap agar membangkitkan umat ini? Sungguh ia satu khayalan yang menipu!!!
Tuesday, June 23, 2015
Bagaimana menegakkan Khilafah di luar sistem demokrasi?
Berikut adalah beberapa marhalah (tahapan) yang diringkaskan untuk memudahkan kefahaman:
1. Takatul hizby (marhalatu at-tasqif)- Pembentukan kelompok politik yang bergerak di tengah umat menyampaikan ideology Islam (kerja politik merupakan amal jamaie) dan pengkaderan anggota parti yang bersedia menunaikan kewajipan dakwah.
2. Dharbul a'laqat( marhalatu at-tafaul ma’a al-ummah) - Berinteraksi dengan umat dan memutuskan wala kepada sistem kufur
3. Kifahu siyasi- Pertarungan politik di mana ideology politik pasti dicabar, ditentang oleh musuh dari segenap penjuru termasuk juga tentangan dari kaum muslimin sendiri kerana tidak faham, mahupun kerana kemunafiqan.
4. Thalab an nusrah- Mendapatkan dokongan angkatan bersenjata bagi menjamin sustainability kerajaan Islam yang akan dibentuk (rujuk baiatul Aqabah)
5. Istilamu al-hukmi - menerapkan Islam secara kaffah dan menyebarluas Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad
1. Takatul hizby (marhalatu at-tasqif)- Pembentukan kelompok politik yang bergerak di tengah umat menyampaikan ideology Islam (kerja politik merupakan amal jamaie) dan pengkaderan anggota parti yang bersedia menunaikan kewajipan dakwah.
2. Dharbul a'laqat( marhalatu at-tafaul ma’a al-ummah) - Berinteraksi dengan umat dan memutuskan wala kepada sistem kufur
3. Kifahu siyasi- Pertarungan politik di mana ideology politik pasti dicabar, ditentang oleh musuh dari segenap penjuru termasuk juga tentangan dari kaum muslimin sendiri kerana tidak faham, mahupun kerana kemunafiqan.
4. Thalab an nusrah- Mendapatkan dokongan angkatan bersenjata bagi menjamin sustainability kerajaan Islam yang akan dibentuk (rujuk baiatul Aqabah)
5. Istilamu al-hukmi - menerapkan Islam secara kaffah dan menyebarluas Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad
Wednesday, June 17, 2015
Salam Ramadhan
Selama pemerhatianku, Hizbut Tahrir ialah hizby siyasi, iaitu parti politik yang seluruh aktivitinya tertumpu kepada aktiviti politik dan membongkar kerosakan yang berlaku dalam realiti sistem hidup yang tidak bertunjangkan aqidah Islam serta menawarkan solusi bagi permasalahan yang ada dengan solusi dari Islam. Matlamat Hizb ialah mengembalikan kehidupan Islam dengan menegakkan kembali institusi yang melaksanakannya iaitu KHILAFAH.
Hizb beraktiviti di seluruh dunia tanpa kekerasan bahkan menolak method mengambil-alih kekuasan menggunakan senjata, dalam masa yang sama menolak sistem demokrasi yang diasaskan dari aqidah sekular.
Di wilayah manapun Hizb beraktiviti, ideanya sama, thoriqohnya (method) sama, hanya uslub (teknik) yang berbeza. Contohnya, di Malaysia, anggota Hizb mengedarkan risalah Sautun Nahdah, di tempat lain mereka menggunakan pendekatan lain. Matlamatnya ialah pembinaan kesedaran umum dengan idea-idea parti yang merujuk kepada Islam semata-mata.
Tanpa sikap pragmatik, Hizb tidak obses kepada keahlian yang ramai, populariti murahan, dan umat Islam lah yang sukarela memilih untuk bergabung dengan Hizb dan meletakkan diri dalam saf perjuangan tanpa mengharapkan pangkat, kekayaan, atau sebarang laba dunia.
Jauh lebih berat dari itu, di sesetengah wilayah, hibiyeen (anggota parti) berdepan dengan segala macam mehnah dan tribulasi sehingga ada yangdiugut, dipenjara, diculik, diseksa, bahkan dibunuh kerana menyampaikan seruan kepada Islam.
Perjuangan Hizb melampaui sempadan nation state yang dilakar penjajah dengan menganggap umat Islam adalah satu kesatuan sebagaimana kiblat kita satu, tuhan kita satu, nabi kita satu, aqidah kita satu.
Maka idea dari seruan-seruan yang disampaikan Hizb tidak terbatas kepada isu setempat,kerana hukum syarak tidak hanya terbatas dengan tempat mahupun rentang waktu.
Hizb juga tidak terbawa-bawa dengan teori-teori konspirasi yang merepek tetapi mengimani perkhabaran yang dibawa dari nas yang sahih dari Quran dan Hadith.
Salam Ramadhan buat seluruh kaum muslimin. Moga kali ini Ramadhan terakhir kita hidup sebagai umat yang tercorot. Moga kali ini Ramadhan yang terakhir kita hidup tanpa KHILAFAH.
Sabri Yaacob
29 Syaban 1436 H
Hizb beraktiviti di seluruh dunia tanpa kekerasan bahkan menolak method mengambil-alih kekuasan menggunakan senjata, dalam masa yang sama menolak sistem demokrasi yang diasaskan dari aqidah sekular.Di wilayah manapun Hizb beraktiviti, ideanya sama, thoriqohnya (method) sama, hanya uslub (teknik) yang berbeza. Contohnya, di Malaysia, anggota Hizb mengedarkan risalah Sautun Nahdah, di tempat lain mereka menggunakan pendekatan lain. Matlamatnya ialah pembinaan kesedaran umum dengan idea-idea parti yang merujuk kepada Islam semata-mata.
Tanpa sikap pragmatik, Hizb tidak obses kepada keahlian yang ramai, populariti murahan, dan umat Islam lah yang sukarela memilih untuk bergabung dengan Hizb dan meletakkan diri dalam saf perjuangan tanpa mengharapkan pangkat, kekayaan, atau sebarang laba dunia.
Jauh lebih berat dari itu, di sesetengah wilayah, hibiyeen (anggota parti) berdepan dengan segala macam mehnah dan tribulasi sehingga ada yangdiugut, dipenjara, diculik, diseksa, bahkan dibunuh kerana menyampaikan seruan kepada Islam.
Perjuangan Hizb melampaui sempadan nation state yang dilakar penjajah dengan menganggap umat Islam adalah satu kesatuan sebagaimana kiblat kita satu, tuhan kita satu, nabi kita satu, aqidah kita satu.
Maka idea dari seruan-seruan yang disampaikan Hizb tidak terbatas kepada isu setempat,kerana hukum syarak tidak hanya terbatas dengan tempat mahupun rentang waktu.
Hizb juga tidak terbawa-bawa dengan teori-teori konspirasi yang merepek tetapi mengimani perkhabaran yang dibawa dari nas yang sahih dari Quran dan Hadith.
Salam Ramadhan buat seluruh kaum muslimin. Moga kali ini Ramadhan terakhir kita hidup sebagai umat yang tercorot. Moga kali ini Ramadhan yang terakhir kita hidup tanpa KHILAFAH.
Sabri Yaacob
29 Syaban 1436 H
Subscribe to:
Posts (Atom)

